63 Tahun Kehumasan Indonesia

Monday, 19 October 2009 01:45 Wisaksono Noeradi
Print PDF

Pertanyaan yang sering timbul adalah bagaimana Indonesia mengenal konsep kehumasan (humas, public relations), dan bagaimana pula tahapan pengembangannya di Indonesia selama 63 tahun. Kehumasan lahir pada awal abad XX dan berkembang di negara maju, khususnya Amerika Serikat dan Eropa Barat tetapi apakah kehumasan seperti yang kita kenal sekarang (contemporary public relations) dibawa ke Indonesia melalui buku ajar (text book) atau melalui praktisi asing? Dan apakah selanjutnya praktik kehumasan Indonesia on par dengan praktik global? Rangkuman singkat berikut ini
mencoba menelusurinya.

Penerapan kehumasan di Indonesia ternyata dipelopori para bapak pendiri (founding fathers) Republik Indonesia. Pada saat sedang menyelesaikan penyusunan Undang-undang Dasar (UUD) pada Sabtu sore, 18 Agustus 1945, mereka menyadari bahwa sejak pagi di luar ruang sidang berkumpul sejumlah wartawan yang haus informasi tindak lanjut dikumandangkannya Proklamasi Kemerdekaan RI. Setelah membuka sidang Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 15:15, Ketua PPKI Ir. Soekarno berkata “Menurut acara, tuan-tuan sekalian, maka kita akan membicarakan aturan-aturan peralihan, tetapi oleh karena pers menunggu suatu hal yaitu ketentuan siapa yang dipilih menjadi Presiden dan Wakil Presiden Negara Indonesia, maka lebih dahulu daripada aturan peralihan akan saya bicarakan pasal 3.”*) Sidang yang kemudian memilih Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta sebagai Presiden RI dan Wakil Presiden RI ini menjadi bukti kesadaran bangsa Indonesia tentang pentingnya hubungan dengan media (media relations) sebagai ujung tombak kehumasan.

 

Download Full Article HERE

Last Updated on Monday, 19 October 2009 01:58